Juni 2010

Kota Itu

Senin, 28 Juni 2010 Catur Darmadi Janyanto

Pagi hari yang indah. Seperti biasa cicitan burung Gereja didepan kamar kost menambah sejuknya pagi ini. Dan tentu saja tiupan semilir angin membawa hawa dingin yang kadang membuatku malas untuk segera bangun dan mengabil air wudhu. dinginya pagi ini tak sebanding dengan dinginnya daerah dataran yang lebih tinggi dari Jogja, mungkin hanya seperempatnya saja. Ah... seandainya tidak ada sembahyang Subuh. Masyaallah, kata-kata itu tanpa sadar terlintas di pikiranku. yah... memang manusia bisanya selalu mengeluh, mengeluh dan terus mengeluh. Lalu kapan akan bersukur? Waduh kok jadi ceramah, lebih baik ku urusi saja dulu diriku sendiri yang masih malas-malasan dan tukang mengeluh ini.

Harusnya ketika pagi seperti ini aku semangat. Mengawalai hari spesial yang indah dan berlimpah nikmat yang tak terkira. bukan malah malas-malasan mau bangun. Padahl kamar mandi tepat didepan sampig kiri kamar kost. Tapi butuh waktu hampir setengah jam untuk menjangkaunya, karena aku masih terkantuk-kantuk sebelum berjalan kekamar mandi. Jadi ingat masa diasrama dulu, waktu dibangunkan oleh pengurus asrama. Dengan dipangil-pangil atau malah dengan cara memukul mengunakan sajadah, dan karena sangking aku susah dibangunkan sampai aku pernah dipukul dengan bambu. Dan lucunya lagi, ada saja yang ketika sudah bangun lalu menuju kamar mandi ada beberapa temanku yang tidur didepan kamar mandi dengan gaya duduk, mungkin karena sangking ngantuknya atau karena terlalu lama mengantri? Aku tidak tau mana jawaban yang benar, yang jelas ada yang bangun sampai jam 6 an pagi!. Ahh... masa itu....

Seusai sembahyang Subuh, aku santai sambil membangunkan temanku. Setelah sembahyang subuh aku memang jarang tidur lagi, tapi selama aku dikost. Jika selama di Cikarang sana, jangan tanya!. Hehehe..
Jadi juga temanku akan ke Wonosobo hendak menjenguk keponakan barunya yang kemarin lahir. Pagi ini juga dia akan berangkat kesana dengan sepeda motornya. Dan alangkah senangnya aku diajak bersamanya, karena kemarin aku menawarkan diri untuk ikut. Aku ingin tahu, seperti apa sih Wonosobo itu? Karena selama ini aku hanya melewatinya saja jika akan pulang ke kampung halaman kelahiranku dan rindu dengan orang tuaku, itu pun jika mobil yang kutumpangi melewati Wonosobo. Kalau tidak tentu saja tidak akan melihat kota itu.


Bersambung..........

0

Cerita Ini Dan Mimpi Itu

Jumat, 25 Juni 2010 Catur Darmadi Janyanto

Eh, neng kana mau ono shooting film! Artise Tyas Mirasih!” Kata seorang temanku dengan semangat ’45. Memang jarang2 ada artis buat film di daerah tempatku numpang. Atau hanya akunya saja yang ga tau. Tapi memang setauku jarang, karena semenjak aku datang kesini baru kali ini ada shooting film. Kalau yang namanya artis itu, kok ya seringnya kalau cewek cantik2 banget ya. Jadi naksir aku! Hehehe : ). Wajar to. Aku kan lelaki normal yang Alhamdulillah dikarunia kenormalan itu.
Sore ini, dijalan tempat artis itu shooting banyak orang berkumpul, persis seperti pasar pindah. Bedanya kalau dipasar motor diparkir dan orangnya kemudia pergi berbelanja, tapi kalua disini motor berderet2 terparkir dengan orangnya diatas sepeda motor itu. Pokoknya rame! Sampai akupun penasaran pengen lihat kayak apa sih rupa wajah Tyas Mirasih, ternyata,, ckckckck… Cantik!!! Tapi sayang aku hanya lewat saja karena jalanan macet. Kasian orang2 yang mau lewat jalan itu, kan aku orangnya baik hati dan tidak sombong. Hehehehe…
Pagi ini kusambut dengan tidur nyenyak, akibat semalaman begadang sampai subuh. Apalah daya, mataku sudah minta jatah dan harus dipenuhi. Mau ga mau harus mau, tapi kemudian aku bermimpi indah sekali, yang mudah2 tidak terjadi dialam nyata (Amin….!). Mau tau ga apa mimpinya. Jadi di alam mimpiku, aku terpilih menjadi angota DPR Republik Indonesia! Dari Partai Perserikatan Numpang (PPN) hebatkan?! Tapi sayang, menjadi angota DPR hanya cukup satu bulan saja, Karena ketahuan korupsi gara2 aku kurang lihai dan kurang teliti dalam belajar. Padahal budaya korupsi sudah ada sebalum aku lahir atau mungkin sebelum kita merdeka? Ah.., aku kurang tau, yang pasti budaya itu sudah lama ada. Padahal di acara TV banyak berita tentang korupsi, ada cara suap kiri dan suap kanan atau tendang kri tendang kanan dan masih banyak lagi cara yang mungkin belum kuketahi. Dan kesalahanku yang lainya adalah mengapa aku tidak minta diajari oleh orang2 yang sudah ahli seperti para maha guru yang sedang memakai jubah safari dan duduk mengangkang di istana megah itu. Seandainya saja aku lebih lihai sedikit, maka aku tak akan dipenjara lalu aku bisa berlibur keluar negeri menyapa Miyabi dan aku tidak terbangun dari mimpi yang indah tapi kalau itu nyata (mudah2 tidak! Amin…) bisa2 menjerumuskan ku keneraka… Oohh tidak..!!!

Hari kemarin, dan hari ini adalah hari spesial. Begitu juga esok…
Salam bahagia!!!

0

Indahnya Hari Ini

Rabu, 23 Juni 2010 Catur Darmadi Janyanto

Pagi dimulai dengan siulan burung Gereja yang bertengger didahan pohon mangga depan kamar kost. Siulan merdu tapi memang tak semerdu siulan burung Perkutut, tapi burung Gereja siulanya akan merdu jika sudah digoreng dan di letakan diatas piring ditambah dengan sambel terasi. Hampir bisa dipastikan yang melihatnya merasa sedih, lalu bilang.
"Lho kok cuma satu burungnya??" dengan wajah memelas.. : (
Asiknya, hari ini ada acara sarapan bersama dengan lauk ikan bandeng sambel ala Indonesia asli (setahuku). Dengan lumuran sambal(bukan lumuran lumpur lapindo lho.. ;>) tomat yang meskipun tidak sepedas seperti yang ku harapkan tapi rasanya mak nyus...!
Hheemm rasanya mantep...! bener lho sumpah!, kalau tidak percaya coba datang Jl. Keemasan, pertigaan PKU Muhammadiah Kotagede. Tapi ingat, ini bukan iklan lho, penulisnya saja kalau makan disana tetap bayar. Tapi jangan khawatir, masalah bayar membayar mungkin bukan masalah untuk kantong. Hanya dengan membayar sebesar Rp. 3,000,- saja sudah dapat sayuran tiga macam(bisa memilih, ada sayur daun pepaya, kacang pnjang, sop, pare, & mie bihun) & nasi bandeng seukuran sandal jepit, eh keliru seukuran selebar dua jari. Lumayan to?? Kalau mau nambah minum es tinggal nambah seribu lagi. Wow... amazing bukan??? Aku saja awalnya sedikit tak percaya, karena dulu aku suwaktu di Cikarang, uang Rp. 3,000,- baru dapat nasi sayur doank, dengan satu macam sayur. Wo0o.....
Lho kok jadi gini??//>
Pagi hari sudah, terus makan2 sudah, berarti tinggal kegiatanku dikamar kost. Oia, kamar kost sebenarnya bukan kost ku tapi punya temanku, gara2 beberapa hal yang tak mengenakan, tapi ini rahasia lho, jangan bilang siapa. SSttt... jangan bialang2. Hehehehe...
Dikamar kost seperti biasa, baca buku pelajaran kadang belajar gramer, atau belajar nulis cerpen. tapi hanya satu yang disayangkan, waktu untuk belajar munkin hanya 1/4 atau malah1/8 waktu dalam sehari, lainya untuk jalan2 atau maen game atau kalau tidak digunakan untuk bermimpi. Indah bukan? Awalnya, aku juga nerasa seperti itu, tapi lama kelamaan aku berpikir. "Aku kok merasa sepi ya?". Dan setelah sekian lama aku sadar, Alhaamdllah...
Dan kalau ada yang tanya "Selama itu kamu kemana saja?". Maka ku jawab "Ga kemana2, kan lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali". Dengan raut wajah lugu dan tanpa dosa. heheheheee...

Hari kemarin, & hari ini adalah hari spesial, begitu juga esok...
Indahkan???? ... : )

0

« Previous Posts Next posts »

Di Buka

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Powered by Blogger. Designed by elogi. Converted by Smashing Blogger for LiteThemes.com. Proudly powered by Blogger.